SBY malah Dipermalukan Sri Mulyani yang terpaksa Bongkar Boroknya,Gara Gara Serang Jokowi !!!!

SBY malah Dipermalukan Sri Mulyani yang terpaksa Bongkar Boroknya,Gara Gara Serang Jokowi !!!!
SBY malah Dipermalukan Sri Mulyani yang terpaksa Bongkar Boroknya,Gara Gara Serang Jokowi !!!!





Serang Jokowi, SBY malah Dipermalukan Sri Mulyani yang terpaksa Bongkar Boroknya 

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia, termasuk pemimpin nasional yang begitu perduli mengenai nasib Indonesia serta rakyatnya.

Ini dibuktikan dengan pernyataan-pernyataannya baik lewat forum yang ada massanya maupun lewat twitter, YouTube, serta sosial media lainya yang massanya tak terdeteksi.

Meskipun tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI sejak Oktober 2014 lantas, namun kepedulian SBY mengenai Indonesia, tidak menyusut sekalipun.

Cuma saja yang cukup mengagetkan, kepedulian SBY seperti itu tak sepenuhnya direspons positif oleh publik. Terutama saat kepedulian itu dia tujukan dengan mengeritik kinerja Presiden Jokowi. Bekas Presiden RI ini malah menuai serangan balik.
Sri Mulyani
Sri Mulyani
Ada respon yang bernada marah, kecewa serta sarkartis, yang di keluarkan oleh beberapa netizen sewaktu SBY menyebutkan visi maritim Presiden Jokowi cuma retorika.

 " Beberapa orang sangat pandai menilai orang lain namun sayang sangat bodoh menilai dirinya sendiri ", tulis Tri Handoko.

 " SBY dari Angkatan Darat, mana ngerti dunia maritim ", sambung Sukarno Marno.

Sementara Nelson Siahaan menulis : " Ente 10 th. berkuasa buat apa buat negara. Oh maaf ada. Iya. Bikin album lagu ".

Ketiga tulisan itu adalah kutipan dari sekian banyak respon netizen pada SBY yang dinilai menyerang Presiden Jokowi.

SBY mengkritik Presiden Joko Widodo lewat pidato di satu acara Wisuda, di Universitas Al Azhar Indonesia, Sabtu 27 Agustus lalu.

Yah, respon netizen pada SBY ini cukup fenomenal. Sebab selama ini kritikan pada kinerja pemerintahan Joko Widodo, sebetulnya cukup marak.

Namun tak tahu kenapa, saat yang maju sebagai pengeritik Joko Widodo, seorang SBY, mantanPresiden, justru kemarakan itu menghilang. Pembelaan pada Joko Widodo mengemuka.

Joko Widodo mendapat pembelaan, sementara SBY malah peroleh kecaman.

Beberapa netizen seperti tak sudi bila SBY vokal mengeritik Jokowi. Langkah SBY ini mungkin saja diliat sebagai kurang pantas.

Soalnya, langkah SBY mengeritik, tak pernah dikerjakan oleh para presiden terdahulu. Budaya mantan Presiden mengeritik seorang existing President, tak ada dalam rencana berpolitik di Indonesia.

Kebiasaan mantanPresiden mengeritik Presiden yang baru menggantikannya, tak jadi budaya beberapa pemimpin bangsa Indonesia.

Yah memang baru SBY lah yang lakukan kritikan pada seseorang yang belum lama jadi presiden.

Semuanya mantan Presiden mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) s/d Megawati Soekarnoputri, tidak satupun diantara mereka yang pernah ikut serta dalam perang kritik lingkar presiden.

Demikian mereka ada diluar kekuasaan, praktis tak ada pernyataan kritis ataupun sorotan tajam pada kondisi Indonesia waktu di pimpin presiden baru. Mungkin saja ada kesungkanan ataupun menjaga tenggang rasa.

Soekarno umpamanya, memperoleh perlakuan menyakitkan dari Soeharto-penggantinya. Soeharto melakukan de-spekarnoisasi yang menyebabkan tidak cuma nama Soekarno terbenam namun beberapa pengikutnya juga susah meningkatkan ajaran Soekarno.

Satu perlakuan yang cukup menyakitkan dari seseorang Presiden pada mantan Presiden.

Tetapi sampai Soekarno meninggal dunia, tak pernah terdengar ada perang kritik pada Soekarno-Soeharto.

Walau sebenarnya kebijakan yang dikerjakan Soeharto berupa-desoekarnoisasi, penghancuran semuanya memahami Bung Karno, adalah aksi yang begitu menyakitkan untuk Soekarno.

Sekian perihal dengan Soeharto. Sesudah digantikan oleh BJ Habibie, " the smiling general " itu tetaplah membisu sampai akhir hayatnya. Walau sebenarnya marak mengedar berita, Pak Harto begitu kecewa pada Pak Habibie.

Ceritera tersebut bukanlah keluar segera dari mulut Pak Harto namun cuma dari pihak ketiga atau " tuturnya ".

Bahkan juga saat Timor Timur terlepas dari NKRI waktu Indonesia dipimpim Presiden Habibie, tak terdengar sekalipun sindiran atau kritik dari Pak Harto pada pakar pesawat terbang itu.



Home BERITA Serang Jokowi, SBY malah Dipermalukan Sri Mulyani yang terpaksa Bongkar Boroknya
Serang Jokowi, SBY malah Dipermalukan Sri Mulyani yang terpaksa Bongkar Boroknya
Mutiara Salsabilla 5 months ago BERITA
Sri Mulyani

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia, termasuk pemimpin nasional yang begitu perduli mengenai nasib Indonesia serta rakyatnya.

Ini dibuktikan dengan pernyataan-pernyataannya baik lewat forum yang ada massanya maupun lewat twitter, YouTube, serta sosial media lainya yang massanya tak terdeteksi.

Meskipun tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI sejak Oktober 2014 lantas, namun kepedulian SBY mengenai Indonesia, tidak menyusut sekalipun.

Cuma saja yang cukup mengagetkan, kepedulian SBY seperti itu tak sepenuhnya direspons positif oleh publik. Terutama saat kepedulian itu dia tujukan dengan mengeritik kinerja Presiden Jokowi. Bekas Presiden RI ini malah menuai serangan balik.
Sri Mulyani
Sri Mulyani
Ada respon yang bernada marah, kecewa serta sarkartis, yang di keluarkan oleh beberapa netizen sewaktu SBY menyebutkan visi maritim Presiden Jokowi cuma retorika.

 " Beberapa orang sangat pandai menilai orang lain namun sayang sangat bodoh menilai dirinya sendiri ", tulis Tri Handoko.

 " SBY dari Angkatan Darat, mana ngerti dunia maritim ", sambung Sukarno Marno.

Sementara Nelson Siahaan menulis : " Ente 10 th. berkuasa buat apa buat negara. Oh maaf ada. Iya. Bikin album lagu ".

Ketiga tulisan itu adalah kutipan dari sekian banyak respon netizen pada SBY yang dinilai menyerang Presiden Jokowi.

SBY mengkritik Presiden Joko Widodo lewat pidato di satu acara Wisuda, di Universitas Al Azhar Indonesia, Sabtu 27 Agustus lalu.

Yah, respon netizen pada SBY ini cukup fenomenal. Sebab selama ini kritikan pada kinerja pemerintahan Joko Widodo, sebetulnya cukup marak.

Namun tak tahu kenapa, saat yang maju sebagai pengeritik Joko Widodo, seorang SBY, mantanPresiden, justru kemarakan itu menghilang. Pembelaan pada Joko Widodo mengemuka.

Joko Widodo mendapat pembelaan, sementara SBY malah peroleh kecaman.

Beberapa netizen seperti tak sudi bila SBY vokal mengeritik Jokowi. Langkah SBY ini mungkin saja diliat sebagai kurang pantas.

Soalnya, langkah SBY mengeritik, tak pernah dikerjakan oleh para presiden terdahulu. Budaya mantan Presiden mengeritik seorang existing President, tak ada dalam rencana berpolitik di Indonesia.

Kebiasaan mantanPresiden mengeritik Presiden yang baru menggantikannya, tak jadi budaya beberapa pemimpin bangsa Indonesia.

Yah memang baru SBY lah yang lakukan kritikan pada seseorang yang belum lama jadi presiden.

Semuanya mantan Presiden mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) s/d Megawati Soekarnoputri, tidak satupun diantara mereka yang pernah ikut serta dalam perang kritik lingkar presiden.

Demikian mereka ada diluar kekuasaan, praktis tak ada pernyataan kritis ataupun sorotan tajam pada kondisi Indonesia waktu di pimpin presiden baru. Mungkin saja ada kesungkanan ataupun menjaga tenggang rasa.

Soekarno umpamanya, memperoleh perlakuan menyakitkan dari Soeharto-penggantinya. Soeharto melakukan de-spekarnoisasi yang menyebabkan tidak cuma nama Soekarno terbenam namun beberapa pengikutnya juga susah meningkatkan ajaran Soekarno.

Satu perlakuan yang cukup menyakitkan dari seseorang Presiden pada mantan Presiden.

Tetapi sampai Soekarno meninggal dunia, tak pernah terdengar ada perang kritik pada Soekarno-Soeharto.

Walau sebenarnya kebijakan yang dikerjakan Soeharto berupa-desoekarnoisasi, penghancuran semuanya memahami Bung Karno, adalah aksi yang begitu menyakitkan untuk Soekarno.

Sekian perihal dengan Soeharto. Sesudah digantikan oleh BJ Habibie, " the smiling general " itu tetaplah membisu sampai akhir hayatnya. Walau sebenarnya marak mengedar berita, Pak Harto begitu kecewa pada Pak Habibie.

Ceritera tersebut bukanlah keluar segera dari mulut Pak Harto namun cuma dari pihak ketiga atau " tuturnya ".

Bahkan juga saat Timor Timur terlepas dari NKRI waktu Indonesia dipimpim Presiden Habibie, tak terdengar sekalipun sindiran atau kritik dari Pak Harto pada pakar pesawat terbang itu.

Walau
sebenarnya lepasnya Timor Timur adalah satu blunder besar dari seseorang Presiden bernama Habibie.

Dari perspektif pribadi ataupun kepemimpinan, Timor Timur adalah pertaruhan serta pertarungan politik internasional paling besar yang dikerjakan Soeharto. Di masalah Timor Timur itu, martabat Indonesia dipertaruhkan Soeharto. Tokh dari mulut Pak Harto tak nampak tanda kritikan. Umpamanya dengan menyebutkan " Anda tak becus melindungi martabat bangsa Indonesia ".

Sekian seterusnya Gus Dur atau Abdurarahman Wahid, serta Megawati. Keduanya melindungi harkat serta martabat sebagai sesama sisa Preisden RI.

Bahkan juga yang cukup menarik, sikap Megawati Soekarnoputri. Dia di kenal sebagai pemimpin oposisi terkuat yang berseberangan dengan SBY.

Tetapi Megawati tidak pernah mengeritik SBY-dalam arti sengaja diniati, di sampaikan pada satu forum terbuka.

Mega mampu diam sepanjang 10 th., selama SBY berkuasa.
Oleh sebab itu muncul beragam pertanyaan, kenapa cuma SBY yang paling sering mengeritik Presiden Jokowi? Apakah itu sindrom 'anak tunggal' yang condong terasa sebagai satu-satunya yang benar didalam rumah tangga? Atau mungkin ada alasan lain. Umpamanya SBY tengah lakukan pemanasan diri, menyongsong Pilpres 2019 atau karena oleh faktor 'power syndrome'?

Tujuannya mungkin saja di Pilpres 2019, SBY merencanakan maju kembali sebagai kandidat Presiden. Atau SBY mungkin saja tengah menyiapkan anggota keluarganya. Hingga kritikannya pada Presiden Jokowi, adalah sisi dari strateginya mematahkan kesempatan Jokowi maju untuk periode ke-2 kalinya.

Lantaran yang tentu bila Jokowi dapat lolos memerintah periode 2014-2019, begitu besar peluangnya untuk dia untuk bertarung lagi di Pilpres 2019.

Apabila ini berlangsung, kemungkinan besar juga Jokowi bakal berhadap-hadapan dengan SBY atau kandidat yang diakui SBY mewakili Partai Demokrat.

Pertanyaan sekalian analogi ini makin kerap mengemuka sebab SBY sebagai Presiden yang memerintah Indonesia sepanjang 10 th. (2004 - 2014), tidaklah Presiden yang begitu sukses.

Masa SBY bahkan juga disebut-sebut sebagai periode menyesakkan. Sebab terkecuali banyak politisi dari partai penguasa ikut serta korupsi, di masa itu juga berlangsung Mega Skandal Bank Century. Skandal yang menyingkirkan duit sejumlah Rp. 6, 7, - triliun.

Sebenarnya, kritikan SBY untuk Jokowi boleh-boleh saja. Kritikan itu menyebabkan permasalahan, memetik ketidak sukaan dari beberapa netizen, sebab dikira kurang pantas, tendensius serta terlalu berlebih.

Bagaimana mungkin saja menagih prestasi dari seseorang Presiden yang belum dua th. memerintah?

Kritikan SBY jadi seperti minuman fresh yang kepahitannya terlalu berlebih. Diluar itu campurannya melebihi ukuran. Penyajiannya juga tak pas dengan saat.

Di pihak lain ada yang mengira, SBY berniat lakukan 'serangan' dengan cara systemik pada Jokowi, sebab langkah seperti itu adalah system yang umum dipakai oleh mereka yang mempunyai kekurangan serta kekurangan.

Bila kita sadar kalau posisi kita lemah, jadi kita yang malah lakukan gagasan serangan. Sebab serangan adalah pertahanan paling baik.

Serta SBY sekarang ini mesti lakukan serangan. Terlebih sesudah Sri Mulyani Indrawati (SMI) yang pernah dia pecat sebagai Menteri Keuangan pada th. 2010, saat ini telah menguatkan tim ekonomi Jokowi.

Posisi SBY sekarang ini diumpamakan dengan penjudi yang bermain poker. Semuanya kartu SBY tidak dapat dipakai melawan Jokowi, sebab kartu Jokowi miliki kartu joker yang bergambar SMI.

Sejak SMI diangkat sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Jokowi, dengan cara pelan namun tentu, semuanya kebobrokan dalam pengelolaan keuangan negara, di masa SBY, mulai dia ungkit. SMI mulai menyodok SBY.

Menurut SMI krisis keuangan yang dihadapi Indonesia sekarang ini, telah diawali th. 2012, dua th. sebelumnya Jokowi jadi Presiden.

Krisis sekarang ini adalah " carry over " dari jaman SBY. Apa yang diklaim SBY sebagai kesuksesan, mulai diuraikan oleh Menteri SMI.

Bila demikian kondisi sesungguhnya, tak gampang untuk SBY untuk selalu lakukan manuver - mengklaim diri sebagai Presiden RI yang paling baik serta tanpa ada cela.

=============================
sumber:.rahasiakan.com/


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :